Breaking:

Kembali Ke Index Video


Upacara Hari Santri 2026 Pondok Pesantren di Sleman Gelar Salat Istiqa Munajat Do'a Minta Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:55 WIB
Dibaca: 9
Upacara Hari Santri 2026 Pondok Pesantren di Sleman Gelar Salat Istiqa Munajat Do'a Minta Hujan
Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

SLEMAN – Pastvnews.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar Upacara Peringatan Hari Santri 2026 di Lapangan Pemda Sleman pada Kamis 22 Oktober 2026.

Acara ini diikuti oleh 1.240 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.

Sebelum upacara dimulai, rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan salat istisqa berjamaah untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau.

 

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat tersebut adalah KH. Mas'ud Masduki, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam khotbahnya, KH. Mas'ud Masduki mengajak seluruh jemaah dan santri yang hadir untuk tulus bertaubat dan memperbanyak istigfar.

 

Ia menerangkan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, serta permohonan ampun yang tulus kepada Allah SWT menjadi kunci dibukanya pintu berkah dari langit, termasuk diturunkannya hujan yang membawa berkah bagi bumi dan masyarakat.

Seusai salat istisqa, acara dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri. Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman,

 

 Abu Bakar, hadir bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Abu Bakar membacakan amanat tertulis dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

 

Dalam amanat yang dibacakan, Bupati Sleman menyampaikan bahwa Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Tema tersebut menegaskan peran strategis santri yang tidak hanya bertindak sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam, melainkan juga sebagai generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa.

 

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta adaptif terhadap perubahan zaman dengan memegang prinsip man jadda wa jadda.

 

Selain itu, santri diingatkan untuk memegang teguh falsafah Jawa “Sangkan Paraning Dumadi” agar selalu ingat asal-usul, menghormati kiai dan guru, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

 

Selepas upacara, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis untuk Program Santripreneur dari BAZNAS Kabupaten Sleman kepada 33 pondok pesantren. Tahun ini menandai tahun ketiga berturut-turut bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menyalurkan bantuan modal usaha melalui program strategis tersebut.

 

Keberlanjutan program ini merupakan wujud komitmen nyata BAZNAS Sleman dalam mendorong kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.

Melalui stimulus ini, diharapkan jiwa kewirausahaan para santri dapat terus tumbuh subur, keterampilan usaha mereka meningkat, dan potensi ekonomi pesantren semakin kuat.

Dengan demikian, para santri tidak hanya unggul dan berdaya dalam ilmu agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu mengelola berbagai usaha yang produktif untuk masyarakat luas. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi