Breaking:

Kembali Ke Index Video


Sekda Sleman Lakukan Pemantauan SPBU Bersama Pertamina Guna Pastikan Stok BBM Aman

Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:17 WIB
Dibaca: 11
Sekda Sleman Lakukan Pemantauan SPBU Bersama Pertamina Guna Pastikan Stok BBM Aman
Sekda Sleman Lakukan Pemantauan SPBU

 

Sleman - Pastvnews.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sleman, Kamis 22 Oktober 2026.

Pemantauan dilakukan di SPBU Kentungan dan SPBU UTY untuk memastikan ketersediaan stok BBM aman, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Abu menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan BBM di Kabupaten Sleman saat ini aman dan terkendali. Ia mengatakan, Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan terhadap persediaan BBM di sejumlah SPBU.

”InsyaAllah untuk Sleman, teman-teman dari Patra Niaga memantau persediaan stok BBM dan semuanya aman,” tegasnya. 

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan maupun penimbunan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, antrean kendaraan pada hari biasa relatif terkendali, yakni sekitar 10 hingga 15 sepeda motor. Sedangkan pada siang hari berkisar lima hingga enam motor. Antrean yang lebih panjang biasanya muncul pada akhir pekan.

Abu menyebut, pada waktu tertentu antrean kendaraan mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terjadi di SPBU Boko sekitar dua pekan lalu, ketika antrean kendaraan mencapai tepi jalan. 

Meski begitu, Abu menilai penerapan sistem ganjil genap dalam pembelian BBM belum diperlukan, karena situasi di Sleman masih dalam kondisi normal.

 

“Jika terdapat SPBU yang kehabisan stok, pasokan akan segera dikirim berdasarkan pantauan data Pertamina,” tandasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa antrean Pertalite meningkat akibat konsumen beralih dari Pertamax. Akibatnya, permintaan Pertalite di DIY meningkat sekitar 7 persen.

”Meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir. Tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada,” ungkap Taufiq.

Ia menambahkan, ketersediaan stok BBM berada di tujuh kali lipat konsumsi normal, Solar 14 kali lipat, LPG empat kali lipat, Pertamax 19 kali lipat, dan Pertamax Turbo 34 kali lipat.

Selain itu, Pertamina juga akan memetakan SPBU yang berpotensi mengalami antrean panjang, terutama yang berukuran kecil dengan jalan sempit seperti SPBU Kentungan. Hal tersebut ditujukan sebagai mitigasi bersama antara Pertamina dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. 

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara  berulang, untuk dijual kembali. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi