Deklarasi Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan dan Paham Radikalisme Bagi Peserta Didik di Kabupaten Sleman
Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:36 WIB
SLEMAN — Pastvnews.com, Warta Daerah, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menggelar Deklarasi Pencegahan Kenakalan Remaja Kekerasan, dan Paham Radikalisme bagi Pelajar yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Godean, Kowanan, Sidoagung, Kapanewon Godean, Rabu 7 Oktober 2026.
Deklarasi ini menjadi komitmen bersama pelajar, orang tua, guru, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta Sleman yang ramah anak.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman, Forkopimda, perangkat daerah terkait, serta perwakilan kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua/wali murid dari jenjang SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya,SE. MSi menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya beban sekolah. Atas deklarasi ini, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang mendukung upaya pencegahan kenakalan remaja.
"Deklarasi yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak kita," ujarnya.
Harda menegaskan bahwa orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam membangun lingkungan yang mampu melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan perilaku negatif.
"Orang tua, guru, pemerintah, dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak para murid untuk memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif serta menjauhi perundungan, kekerasan, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengingatkan agar pelajar cerdas memilah informasi di era digital dan berpikir kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan sesuatu.
Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Sleman Mustadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa deklarasi ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
"Tujuan pendidikan kita bukan hanya mencetak anak yang pintar, tetapi juga anak yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Karena itu, pencegahan kenakalan, kekerasan, dan paham radikalisme harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa deklarasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal pelaksanaan Instruksi Bupati Sleman Nomor 400.2.4.1/0099/2026 yang ditetapkan pada 13 Agustus 2026 tentang upaya pencegahan kenakalan remaja, kekerasan, dan paham radikalisme bagi peserta didik di Kabupaten Sleman.
Melalui instruksi tersebut, setiap peserta didik bersama orang tua/wali diminta menandatangani surat pernyataan komitmen. Peserta didik berjanji tidak terlibat kekerasan, perundungan, tawuran, membawa senjata tajam, serta penyalahgunaan narkoba dan minuman beralkohol. Mereka juga berkomitmen menjauhi paham radikalisme dan intoleransi serta bijak bermedia sosial.
Sementara itu, orang tua/wali berkomitmen memperkuat peran keluarga, melakukan pengawasan terhadap perkembangan anak, membangun komunikasi dengan pihak sekolah, serta mendampingi anak dalam menggunakan media sosial.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan anak, sekolah diminta menyosialisasikan Jam Rumah/Jam Istirahat Anak setiap hari pukul 22.00–04.00 WIB sebagai upaya melindungi anak dari kenakalan remaja dan kekerasan.
Sekolah juga diminta merekap data siswa yang sudah dan belum menandatangani pernyataan untuk dilaporkan kepada Dinas Pendidikan, yang bertugas memantau serta mencegah berkembangnya kelompok pelajar atau geng sekolah.
Pelaksanaan Instruksi Bupati tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, diantaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Sosial, dan Dinas Kominfo. Dalam pelaksanaannya, prinsip perlindungan anak dan penghormatan terhadap hak anak tetap menjadi perhatian. (Mar)

Video Terkait
- Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM Soroti Algoritma, Kepalsuan Digital, dan Ancaman Hilangnya Kesetaraan di Era Super Smart Society
- 30 Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Dari BULOG Untuk Modal Usaha Melalui RPK Mandiri
- Wakil Bupati Sleman Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat
- Gubernur DIY Serahkan Sertifikat Hak Milik Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Erupsi Merapi di Kepuharjo Cangkringan
- Menghebohkan Seluruh Anggota Dewan Di Desak GerakanMahasiswa Nasional Indonesia Tes Urin
- Bupati Sleman Berikan Pengarahan kepada PPPK Paruh Waktu Terkait Perpanjangan Masa Perjanjian Kerja
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

