Gubernur DIY Serahkan Sertifikat Hak Milik Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Erupsi Merapi di Kepuharjo Cangkringan
Rabu, 30 September 2026 | 08:43 WIB
Sleman — Pastvnews.com Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan sertifikat hak milik atas tanah hunian tetap (huntap) kepada masyarakat Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo yang terdampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010.
Penyerahan sertifikat berlangsung di Joglo Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Selasa 29 September 2026, sebagai bagian dari penyelesaian hak atas tanah bagi masyarakat terdampak bencana.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa sertifikat yang diserahkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga memberikan kepastian hukum atas hak masyarakat terhadap hunian yang selama ini ditempati. Kepastian tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenteraman bagi masyarakat dalam melanjutkan kehidupan bersama keluarga.
Danang juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat hunian yang telah menjadi tempat tinggal bersama keluarga. Menurutnya, rasa memiliki terhadap hunian perlu diwujudkan melalui kepedulian untuk menjaga, merawat, dan menghargai rumah yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Rumongso melu handarbeni, rasa memiliki, rasa merawat, dan menghargai apa yang sudah menjadi bagian dari hidup kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengingatkan agar nilai tersebut juga ditanamkan kepada anak-anak. Hunian yang ditempati masyarakat tidak hanya dipandang sebagai sebuah bangunan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya perjuangan keluarga dan harapan untuk masa depan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan bahwa penyerahan sertifikat merupakan bagian dari rangkaian pemulihan pascabencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Pemerintah Daerah DIY telah melaksanakan berbagai tahapan penanganan, mulai dari relokasi dan pembangunan hunian tetap, pemulihan kehidupan masyarakat, hingga penyelesaian kepastian hak atas tanah bagi warga penerima manfaat.
Tanah yang digunakan sebagai lokasi hunian tetap merupakan tanah desa yang telah disediakan melalui proses pengadaan tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tanah tersebut selanjutnya digunakan sebagai lokasi pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat agar menjaga dan merawat aset yang telah diterima dengan sebaik-baiknya. Sertifikat tersebut diharapkan disimpan dengan baik dan tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan dan kesejahteraan keluarga.
“Apa yang bapak/ibu terima, itu menjadi aset kekayaan bapak ibu semua khususnya berupa tanah yang bersertifikat saya harap disimpan dengan baik, jangan mudah diperlihatkan apalagi dilepas,” ujar Sri Sultan
Sri Sultan juga menekankan pentingnya upaya reboisasi di kawasan lereng Merapi. Menurutnya, penghijauan diperlukan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem, mengurangi risiko longsor, serta mempertahankan fungsi kawasan sebagai daerah resapan air dan sumber air bagi wilayah di sekitarnya. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

