Breaking:

Kembali Ke Index Video


UGM Launching Sistem Fertigasi Cerdas Terjangkau AURORA

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:19 WIB
Dibaca: 21
UGM Launching Sistem Fertigasi Cerdas Terjangkau AURORA
UGM saat meluncurkan sistem Fertigasi cerdas 2026

Sleman- Pastvnews.com, warta seputar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Smart Agriculture Research Center meluncurkan Sistem Fertigasi Cerdas Terjangkau AURORA di Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar, Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat 9 Oktober 2026

 

Teknologi berbasis Internet of Things (IoT) tersebut dikembangkan untuk membantu penyiraman dan pemupukan tanaman secara otomatis melalui jaringan irigasi tetes. Selain bekerja secara otomatis, dapat dikendalikan melalui telepon pintar maupun dioperasikan secara manual.

 

Dalam peluncuran tersebut, satu paket diserahkan sebagai hibah kepada KWT Teratai Mekar. Penyerahan dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian tahun 2026 yang memperoleh dukungan melalui skema Research Grant Bank Indonesia (RGBI). Penelitian diarahkan untuk mengembangkan teknologi pertanian yang dapat diterapkan oleh masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Sebanyak 37 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 22 anggota KWT Teratai Mekar dan 15 orang dari UGM. Turut hadir Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur Murgiyanta, S.E.; Dukuh Dabag Ahmad Sunaryo; Penyuluh Pertanian Lapangan Condongcatur Ari Indriyani, S.TP.; dan Ketua KWT Teratai Mekar Ida Halimah.

 

Koordinator Peneliti Smart Agriculture Research Center sekaligus Kepala Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian FTP UGM, Ir. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan dikembangkan untuk mempermudah anggota KWT dalam melakukan penyiraman dan pemupukan.

"AURORA dikembangkan untuk memudahkan anggota KWT Teratai Mekar dalam melakukan penyiraman dan pemupukan. Penerapannya dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan kelompok sehingga lebih terjangkau,” kata Andri.

 

Menurutnya, KWT Teratai Mekar dipilih sebagai lokasi penerapan karena memiliki lahan yang memenuhi kebutuhan penelitian. Kelompok tersebut juga dinilai mempunyai sumber daya manusia yang aktif, kuat, dan kompak, jelasnya. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi