Kerja sama Sleman dan Magelang Perkuat Sinergi Antardaerah. Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan
Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:28 WIB
Sleman – Pastvnews.com warta daerah, Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi menjalin kerja sama lintas daerah yang ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah.
Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Bupati Magelang, yang diwakilikan oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid, pada Selasa 13 Oktober 2026 di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman.
Melalui kesepakatan berjangka waktu lima tahun ini, kedua daerah tetangga tersebut berkomitmen mengoptimalkan potensi sumber daya secara berkelanjutan guna menekan laju inflasi, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan pelayanan publik dan ekonomi masyarakat.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa komoditas gabah dan cabai merupakan penyumbang utama inflasi di kedua wilayah akibat fluktuasi harga dan gangguan musim. Oleh karena itu, sinergi ini bertujuan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan ketika salah satu daerah mengalami defisit produksi.
"Kita ingin membangun hubungan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli sesaat, tetapi menciptakan rantai pasokan yang lebih pasti, berkesinambungan, dan saling menguntungkan," ujar Harda.
Ia menambahkan, kerja sama ini dijiwai oleh semangat kearifan lokal Gendhon Rukun yang mengedepankan nilai kebersamaan, kerukunan, dan keselarasan. Dengan semangat tersebut, perbedaan potensi antarwilayah justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang, Sahid, mengungkapkan dalam sambutannya bahwa sinergi business-to-business (B2B) secara riil sebenarnya telah berjalan sejak 2023. Hal itu terlihat dari pasokan gabah padi organik dari Gapoktan Sidomulyo Sleman ke Kelompok Tani Mudi Makmur Magelang, serta kerja sama antar-simpul komoditas cabai.
"Kedekatan geografis dan karakteristik agroklimat yang serupa memberikan efisiensi logistik yang luar biasa, terutama dalam meminimalkan biaya transportasi serta risiko kerusakan pangan. Penandatanganan hari ini menjadi komitmen formal sekaligus payung hukum untuk membangun ekosistem rantai pasok yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan," jelas Sahid.
Sahid juga menegaskan bahwa dokumen kesepakatan ini memerlukan langkah konkret di lapangan. Seluruh perangkat daerah terkait diimbau untuk segera menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang operasional, jelas, terukur, dan akuntabel di level dinas maupun badan.
Sesuai dokumen kesepakatan bernomor 144/PK.KDH/A/2026 dan 100.3.7/78/01.01/2026 tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup urusan pemerintahan wajib pelayanan dasar, non-pelayanan dasar, hingga urusan pilihan.
Fokus pemanfaatan sektor ini meliputi pertanian, ketahanan pangan, perdagangan, koperasi dan UMKM, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif di kedua daerah. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

