Sleman Raih Peringkat I Penghargaan Parasamya Karya Kencana Regional 3 dari Kemendukbangga/BKKBN
Kamis, 5 November 2026 | 20:16 WIB
JAKARTA — Pastvnews.com Kabupaten Sleman sukses meraih peringkat terbaik I penghargaan Parasamya Karya Kencana untuk Regional 3 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada hari Kamis 5 November 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara puncak GENTING Collaboration Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga/BKKBN. Kegiatan ini mengusung tema "Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting".
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada mitra pentahelix Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta mitra yang konsisten mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, SE. MSi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran Pemkab Sleman serta mitra kerja pentahelix yang telah bekerja keras bersama.
Bupati menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari komitmen bersama dalam mengoptimalkan pelayanan keluarga berencana dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sleman. Ia berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh elemen di Kabupaten Sleman untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor.
“Harapan kami ke depannya, kolaborasi pentahelix ini semakin solid sehingga kualitas sumber daya manusia di Sleman, khususnya generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting, dapat terwujud secara optimal," ungkap Harda.
Wahyuniati selaku Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, memaparkan bahwa GENTING Collaboration Summit 2026 merupakan wadah strategis untuk merajut kerja sama yang solid antar-pemangku kepentingan dari berbagai unsur pentahelix. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada evaluasi program, tetapi juga dirangkai dengan pemberian berbagai bentuk penghargaan (award) kepada lini komponen masyarakat dan mitra kerja.
Dalam arahannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan, kepala daerah, serta mitra kerja yang hadir dan selama ini konsisten menaruh empati, perhatian, serta dukungan nyata terhadap pembangunan kependudukan di tanah air.
Menteri Wihaji memaparkan fakta bahwa dari sekitar 287 juta jiwa penduduk Indonesia, setiap tahunnya terdapat 4,8 juta kelahiran anak. Di balik angka tersebut, terdapat tantangan besar karena tidak semua anak lahir dalam kondisi yang ideal atau beruntung. Oleh karena itu, melalui program GENTING, pemerintah berupaya mempercepat penanganan pada keluarga-keluarga berisiko stunting.
"Program GENTING adalah salah satu jawaban percepatan negara, pemerintah, dan stakeholder untuk membantu program-program prioritas yang belum bisa dijangkau oleh pemerintah secara penuh," tegas Menteri Wihaji. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

